CONTOH LENGKAP PTK TATA BUSANA SMP KELAS IX

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Bidang studi Tata Busana sampai saat ini masih menjadi masalah bagi siswa, dimana tidak banyak siswa yang dapat memperagakan pelatihan sendiri di rumah, sedangkan materi tata busana menuntut banyak adanya praktikum atau peragaan. Sebagai dampaknya, pembelajaran tata busana hanya menjadi hafalan, dan siswa kurang mampu mengetahui berbagai proses implementasi konsep dalam praktek nyata. Berdasarkan hasil wawancara survay awal yang dilakukan pada sejumlah siswa kelas IX C, sebagai dampak dari hal tersebut adalah sulitnya siswa mengerjakan test dan menyelesaikan permasalahan-permasalahan dalam bidang tata busana. Hal ini juga dapat dilihat dari angka ketuntasan belajar siswa Kelas IX C di SMP Negeri 3… Kabupaten … di mana dari 30 anak yang ada, baru 16 anak atau 53,3% siswa yang mencapai ketuntasan belajar. Hal ini menunjukkan bahwa bidang studi Tata Busana merupakan bidang studi yang sulit dan perlu mendapat perhatian khusus dari pendidik.
Bidang studi tata busana pada banyak melibatkan aspek-aspek visual yang menlibatkan indera pengihatan secara maksimal, seperti dalam materi tentang pemotongan kain, pembuatan pola pakaian, dan lainnya. Guru tata busana perlu untuk memiliki kemampuan atau menggunakan media tertentu dalam menyampaikan informasi-informasi atau pengetahuan-pengetahuan yang dapat memberikan kejelasan bagi siswa, sehingga konsep-konsep yang seharusnya perlu melibatkan indera penglihatan dapat disampaikan secara optimal. Contoh lengkap ptk tata busana smp kelas 9 Dengan demikian, maka dalam pembelajaran tata busana perlu dilakukan penggunaan media pembelajaran yang mampu memberikan gambaran yang jelas pada siswa terkait dengan visualisasi konsep, visualisasi proses, maupun visualisasi output pada siswa.

Pandangan tentang perlunya penggunaan media pembelajaran mengacu pada konsep yang menjelaskan bahwa proses pembelajaran merupakan proses komunikasi yang mengandung lima komponen yaitu komunikasi, guru (komunikator), bahan pembelajaran, media pembelajaran, siswa (komunikan), dan tujuan pembelajaran. Media pembeajaran merupakan salah satu komponen yang peru diperhatikan untuk mendukung tercapainya komunikasi yang efektif dari pendidik kepada siswa. Media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan (bahan pembelajaran), sehingga dapat merangsang perhatian, minat, pikiran, dan perasaan siswa dalam kegiatan belajar untuk mencapai tujuan belajar (Santyasa, 2007). Contoh referensi ptk smp tata busana word Hal ini juga sesuai dengan penjeasan dari Criticos (1996) yang mengemukakan bahwa media merupakan salah satu komponen komunikasi, yaitu sebagai sarana pembawa pesan dari komunikator menuju komunikan.

Alat peraga sifatnya lebih mampu memberikan pengalaman riil kepada siswa karena siswa dapat melihat, merasakan dan meraba alat peraga yang digunakan guru. Hal ini sejalan dengan pendapat Dale tentang kerucut pengalaman sebagaimana dikutip oleh Hamalik (1996) yang menjelaskan bahwa pengalaman berlangsung dari tingkat yang konkrit naik menuju tingkat yang lebih abstrak. Alasan lain adalah sebagaimana yang dikemukakan oleh Yulinda (2001) bahwa dalam pembelajaran Tata Busana selama ini dunia nyata hanya dijadikan tempat mengaplikasikan konsep-konsep semata. Siswa banyak mengalami kesulitan belajar Tata Busana di kelas. Akibatnya, siswa kurang menghayati atau memahami konsep-konsep Tata Busana, dan siswa mengalami kesulitan untuk mengaplikasikan Tata Busana dalam kehidupan sehari-hari. Contoh proposal ptk smp tata busana Pembelajaran Tata Busana di kelas perlu ditekankan pada keterkaitan antara konsep-konsep Tata Busana dengan pengalaman anak sehari-hari. Alasan lain khusnya terkait dengan materi tata busana, materi ini merupakan materi yang lebih berhubungan dengan hal yang bersifat konkrit, yaitu membahas tentang berbagai konsep pakaian (fashion) yang banyak dijumpai daam kehidupan nyata. Dengan demikian, maka media pembelajaran diyakini cukup relevan untuk mendukung proses pembeajaran tata busana pada siswa.

Alat peraga yang digunakan merupakan benda-benda tiruan yang memiiki bentuk sesuai dengan benda aslinya. Kesesuaian yang dimaksud bukanah selalu sama persis dengan aslinya, akan tetapi lebih ditekankan pada kesesuaian elemen-elemen yang berperan dalam memberikan bentuk benda. Media benda konkrit dapat membantu siswa berfikir secara konkrit menuju pada tahap berfikir secara abstrak. Hal ini terjadi karena melalui media benda konkrit maka pendidik dapat menyampaikan tentang unsur-unsur yang menyusunnya dan bagaimana mematematisasi unsur-unsur tersebut untuk proses perhitungan yang bersifat abstrak.
Berdasarkan latar belakang masalah tersebut maka penulis mengadakan penelitian dengan judul “Penggunaan Media Alat Peraga untuk Meningkatkan Penguasaan Materi Tata Busana Pada Siswa Kelas IX C SMP Negeri 3… Kabupaten …”.

UNTUK INFO PEMESANAN (PTK SMP 081) HUB 0856-4704-0645

PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK) TATA BUSANA SMP WORD

CONTOH LENGKAP PTK TATA BUSANA SMP KELAS IX

B. Rumusan Masalah
Rumusan masalah penelitian ini adalah:

  1. Bagaimanakah penggunaan media alat peraga untuk meningkatkan penguasaan materi Tata Busana pada siswa Kelas IX C SMP Negeri 3… Kabupaten … tahun pelajaran 20../20..?”
  2. Bagaimanakah peningkatan prestasi belajar yang dicapai siswa setelah penggunaan media alat peraga?

C. Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dari diaksanakannya peneitian ini adalah untuk mengetahui:

  1. Langkah-langkah penggunaan media alat peraga untuk meningkatkan penguasaan materi Tata Busana pada siswa Kelas IX C SMP Negeri 3… Kabupaten … tahun pelajaran 20../20…
  2. Besarnya peningkatan prestasi belajar yang dicapai siswa setelah penggunaan media alat peraga. contoh ptk tata busana smp

D. Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai berikut:

  1. Manfaat Teoretis
    Hasil penelitian diharapkan dapat menambah khasanah pengetahuan tentang penggunaan alat peraga dalam bidang studi Tata Busana.
  2. Manfaat Praktis
    Secara praktis, hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat antara lain sebagai barikut:
    a. Bagi Guru
    Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan sumbangan pemikiran kepada guru tentang cara pembelajaran dengan menggunakan media konkrit untuk materi tata busana.
    b. Bagi sekolah
    Hasil penelitian diharapkan dapat menambah kekayaan referensi tentang strategi pembelajaran dalam bidang studi Tata Busana.

DAFTAR PUSTAKA

Zulkiyah Ahmad. 2009. Problematika Pembelajaran Keterampilan Tata Busana. http://www.azizgr.blogspot.com

Arief S .Sadiman. 1986. Media Pendidikan, Jakarta: Rajawali

Ari Asnaldi. 2008. Teori-Teori Belajar Proses Perubahan. http://www.multiply.com
Criticos, C. 1996. Media selection. Plomp, T., & Ely, D. P. (Eds.): International Encyclopedia of Educational Technology, 2nd edition. New York: Elsevier Science, Inc.

Heru Subiyantoro. 2008. Hasil Belajar dan Pengukurannya. Jakarta: Rineka Cipta
Ibrahim, H., Sihkabuden, Suprijanta, & Kustiawan, U. 2001. Media pembelajaran: Bahan sajian program pendidikan akta mengajar. FIP. UM.

Ingridwati Kurnia. 2007. Perkembangan belajar Peserta DidKi. Jakarta: Dirjen Dikti Departeman Pendidikan Nasional.

I Wayan Santyasa. 2007. Media Pembelajaran. Workshop Media Pembelajaran bagi Guru-Guru SMA Negeri Banjar Angkan. Pada tanggal 10 Januari 2007 . Bandung: Universitas Ganesha

Moedjiono. 1981. Media pendidikan III: Cara pembukaan media pendidikan. Jakarta: P3G. Depdikbud.

Oemar Hamalik. 1996. Strategi Belajar Mengajar. Bandung: Pustaka martina

Slametto. 1995. Belajar dan Faktor-Faktor yang mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta

Sadiman, A.S. 1986. Media pendidikan: pengeratian, pengembangan, dan pemanfaatannya. Jakarta: Cv. Rajawali.

PENGERTIAN, ARTI DAN DEFINISI PTK (PENELITIAN TINDAKAN KELAS)

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adalah penyelidikan secara sistematis dengan tujuan menginformasikan praktik pembelajaran dalam situasi tertentu. PTK juga merupakan suatu cara bagi guru untuk menemukan apa yang terbaik di dalam situasi kelas mereka sendiri sehingga keputusan tentang proses pembelajaran dapat diambil dengan sebaik-baiknya.

PTK merupakan titik tengah antara refleksi guru dan penelitian pendidikan tradisional. Ini disebabkan PTK lebih sistematis dan berbasis data dibandingkan dengan sekadar refleksi pembelajaran, tetapi lebih sedikit formal dan terkendalikan dibandingkan penelitian pendidikan tradisional.

Dalam PTK, guru-guru menggunakan data yang tersedia dari kelas-kelas mereka untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan praktis tentang pembelajaran yang mereka laksanakan. Selanjutnya, PTK mengintegrasikan dua peran sekaligus yaitu antara ilmu pengetahuan (penelitian) dengan praktik pembelajaran.

Pembahasan ini untuk membantu para guru memahami konseptual teoretis sampai dengan aplikasi praktiknya tentang PTK, sebagai rujukan dalam rangka pengembangan profesi pendidik untuk menguasai kompetensi profesional tentang PTK tersebut.

Oleh karena itu, uraian dan paparan PTK ini menawarkan berbagai pemikiran yang dimulai dari konseptual teoretis terus menuju ke aplikasi praktik agar memudahkan para guru/pendidik melaksanakannya di sekolah sebagai upaya memperbaiki dan meningkatkan kualitas proses pembelajaran nyata di kelas.

Pengertian PTK Menurut Para Ahli

Dalam istilah aslinya, Penelitian Tindakan Kelas disebut dengan Classroom Action Research. Apakah sesungguhnya definisi Penelitian Tindakan Kelas itu?” Ada beberapa definisi penelitian tindakan kelas yang dapat diajukan di sini.

Suharsimi (2007:2) mendefinisikan penelitian tindakan kelas melalui paparan gabungan definisi dari kata “penelitian,” “tindakan”, dan “kelas.”

Penelitian adalah kegiatan mencermati suatu objek dengan menggunakan aturan metodologi tertentu untuk memperoleh data atau informasi yang bermanfaat untuk meningkatkan mutu suatu hal menarik minat dan penting bagi peneliti.

Tindakan adalah suatu gerak kegiatan yang sengaja dilakukan dengan tujuan tertentu, yang dalam penelitian berbentuk rangkaian siklus kegiatan.

Kelas adalah sekelompok siswa yang dalam waktu yang sama menerima pelajaran yang sama oleh guru.

Jadi, Suharsimi (2007: 13) berkesimpulan bahwa penelitian tindakan kelas adalah suatu pencermatan terhadap kegiatan belajar berupa sebuah tindakan, yang sengaja dimunculkan dan terjadi dalam sebuah kelas secara bersama. Tindakan tersebut diberikan oleh guru atau dengan arahan dari guru yang dilakukan oleh siswa.

Suhardjono (2007:58) mendefinisikan penelitian tindakan kelas adalah penelitian tindakan yang dilakukan di kelas dengan tujuan memperbaiki/meningkatkan mutu praktik pembelajaran.

Rustam dan Mundilarto (2004: 1 ) mendefinisikan penelitian tindakan kelas adalah sebuah penelitian yang dilakukan oleh guru di kelasnya sendiri dengan jalan merancang, melaksanakan, dan merefleksikan tindakan secara kolaboratif dan partisipatif dengan tujuan untuk memperbaiki kinerjanya sebagai guru sehingga hasil belajar siswa dapat meningkat.

Tim PGSM (1999) mendefinisikan penelitian tindakan kelas merupakan kajian yang bersifat reflektif oleh pelaku tindakan, ditujukan untuk meningkatkan kemantapan rasional dari tindakan mereka, memperdalam pemahaman terhadap tindakan yang dilakukan, serta memperbaiki praktik pembelajaran yang diselenggarakan. Penelitian tindakan kelas dilaksanakan dalam bentuk proses pengkajian berdaur atau siklik.

Sumber:
Asrori, Mohammad. 2019. Penelitian Tindakan Kelas. Bandung: CV Wacana Prima.

CONTOH JUDUL PTK SD KELAS VI TERBARU ONLINE

Penelitian ini berjudul ”Penggunaan Metode Sosiodrama Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Materi Keberagaman ekonomi Pada Mata Pelajaran PKN di Kelas V SD Negeri Harapan Mulya 1”.Contoh judul ptk sd pkn terbaru Yang menjadi fokus kajian dalam penelitian ini adalah : (1) Apakah penggunaan metode sosiodrama akan dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran PKn kompetensi dasar ”Keberagaman ekonomi”? (2) Apakah penggunaan metode sosiodrama akan dapat meningkatkan keaktifan siswa dalam belajar PKn kompetensi dasar ”Keberagaman ekonomi”?

Berangkat dari rumusan masalah di atas, maka tujuan dari penelitian ini adalah (1) Untuk menganalisis seberapa besar dampak penggunaan metode sosiodrama dalam pembelajaran PKn kompetensi dasar ”Keberagaman ekonomi” terhadap peningkatan hasil belajar siswa. (2) Untuk menganalisis seberapa besar dampak penggunaan metode sosiodrama terhadap keaktifan siswa dalam belajar PKn materi ”Keberagaman ekonomi”.

Sumber data berasal dari siswa kelas V SD Negeri Harapan Mulya 1 Kabupaten Bekasi yang berjumlah 32 siswa. Teknik pengumpulan data melalui hasil tes formatif yang dilakukan. Secara garis besar penelitian ini dilakukan melalui empat tahapan dalam proses pengkajian berdaur (PTK) yaitu meliputi : perencanaan (planning), pelaksanaan (action), observasi (observation), dan refleksi (reflection). Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis kuantitatif dan kualitatif, selanjutnya dikonsultasikan dengan kriteria keberhasilan untuk mengetahui tuntas dan tidaknya belajar. Download lengkap ptk sd pkn online doc.

Berdasarkan hasil tes formatif dari siklus pertama dan kedua didapatkan ketuntasan belajar siswa yang meningkat. Dari siklus awal hanya ada 9 siswa dari 32 siswa atau 28,13% yang tuntas dengan rata-rata kelas 66,71 dan tidak terlihat keaktifan siswa, kemudian meningkat pada siklus pertama menjadi 21 siswa dari 32 siswa atau 65,63% dinyatakan tuntas dengan rata-rata kelas 73,13 dan keaktifan siswa mencapai 71,87%, dan pada siklus kedua mencapai ketuntasan 100% yaitu ada 32 siswa yang tuntas dari 32 siswa dengan rata-rata kelas 81,11 dan keaktifan siswa mencapai 100%.

Berdasarkan hasil analisis data dapat diperoleh kesimpulan dari pengkajian ini, meliputi Penggunaan metode sosiodrama dalam pembelajaran PKn materi ”Keberagaman ekonomi” mampu meningkatkan hasil belajar siswa di Kelas V SD Negeri Harapan Mulya 1. Contoh judul proposal ptk sd kelas 6 word.

Baca lebih lanjut

DOWNLOAD CONTOH PTS SD SMP SMA SUPERVISI AKADEMIK TERBARU

DOWNLOAD CONTOH PTS SD SMP SMA SUPERVISI AKADEMIK TERBARU-Penelitian ini bertujuan mengetahui pelaksanaan dan peningkatan kemampuan guru dalam pengelolaan PBM melalui pelaksanaan supervisi akademik dengan pendekatan kolaboratif di SDN ……………… Semester 1 Tahun Pelajaran 2016/2017 khususnya pada aspek pengelolaan kegiatan belajar mengajar. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan sekolah. Metode dan rancangan penelitian tindakan sekolah ini dilakukan dengan prosedur penelitian berdasarkan pada prinsip Kemmis dan Taggart (1988:10) yang mencakup kegiatan sebagai berikut : (1) perencanaan (planning) , (2) pelaksanaan tindakan (action), 3) observasi (observation) , (4) refleksi (reflection). Subjek penelitian adalah guru di SDN ……………… pada Semester 1 Tahun Pelajaran 2016/2017 sebanyak 7 guru. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, dan studi dokumentasi. Keabsahan data menggunakan triangulasi, yaitu Triangulasi yang digunakan dalam penelitian adalah triangulasi sumber data dan triangulasi metode. Analisis data menggunakan analisis kualitatif.

Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kemampuan guru dalam pengelolaan proses belajar mengajar (PBM), Contoh judul pts sd supervisi akademik terbaru doc di mana pada kondisi awal tidak ada guru yang mampu menyusun pengelolaan proses belajar mengajar (PBM) dengan baik hal tersebut dibuktikan dengan rendahnya hasil nilai rata-rata yang diperoleh guru-guru yaitu 49,00 dan hanya masuk dalam kategori KURANG, pada siklus I meningkat cukup signifikan dan terdapat 2 guru atau 28,57% yang dinyatakan mampu mengelola proses belajar mengajar (PBM) dengan baik, dengan peroleh nilai rata-rata secara klasikal sebesar 66,57 dan masuk dalam kriteria CUKUP dan pada siklus terakhir menjadi guru atau 100%, dibuktikan dengan perolehan nilai secara klasikal sebesar 84,29 dalam kriteria nilai BAIK. Dari hasil penelitian sebagaimana dijelaskan di atas dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan supervisi akademik dengan pendekatan kolaboratif di SDN ……………… Semester 1 Tahun Pelajaran 2016/2017 terbukti dapat meningkatkan kemampuan guru dalam pengelolaan PBM.

Baca lebih lanjut

DOWNLOAD PTS KEPALA SEKOLAH SD SUPERVISI KLINIS TERBARU

DOWNLOAD PTS KEPALA SEKOLAH SD SUPERVISI KLINIS TERBARU-Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kinerja guru dalam pembelajaran menggunakan model pembelajaran CTL melalui supervisi klinis di SDN …………. Kecamatan …………. Kabupaten Cilacap. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan sekolah (School Action Research), karena penelitian dilakukan untuk memecahkan masalah proses pembelajaran di sekolah dan dilaksanakan dalam 2 siklus dengan 2 kali pertemuan pada setiap siklusnya. Tahapan penelitian yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian adalah guru kelas di SDN …………. pada Tahun Pelajaran 2015/2016 yang berjumlah 6 orang. Teknik pengumpulan data dengan kegiatan observasi dan dokumentasi. Download contoh pts kepala sekolah sd terbaru doc Alat pengumpul data pada kegiatan penelitian tindakan sekolah ini menggunakan 3 (tiga) instrumen penilaian, yaitu Penilaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Instrumen Penilaan Kemampuan Merencanakan Pembelajaran, dan Instrumen Penilaaan Kemampuan Melaksanakan Pembelajaran, Evaluasi, Tindak Lanjut. Validasi data menggunakan triangulasi data dan sumber. Analisis data menggunakan teknik deskriptif kualitatif.

Berdasarkan analisis data hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan supervisi kelas oleh kepala sekolah terbukti berhasil meningkatkan kinerja guru kelas I, II, III, IV, V dan VI SD Negeri …………. dalam mengelola proses pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran contextual teaching and learning (CTL) dibuktikan dengan peningkatan hasil observasi yang dilakukan pada 3 apsek penilaian. Pada aspek penilaian Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) meningkat dari 54,46 menjadi 75,60 dan 94,35 sedangkan aspek penilaian kemampuan merencanakan pembelajaran meningkat dari 54,63 menjadi 70,83 dan 87,96 dan aspek kemampuan melaksanakan pembelajaran, evaluasi, tindak lanjut dari 55,77 menjadi 68,91 dan 81,73 pada akhir siklus kedua. Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa pelaksanaan supervisi klinis terbukti efektif dalam meningkatkan kinerja guru SDN …………. Tahun Pelajaran 2015/2016 dalam menerapkan model pembelajaran contextual teaching and learning (CTL). Baca lebih lanjut

DOWNLOAD CONTOH PTS SUPERVISI KEPALA SEKOLAH ADMINISTRASI KELAS

DOWNLOAD CONTOH PTS SUPERVISI KEPALA SEKOLAH ADMINISTRASI KELAS-Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam pengelolaan administrasi kelas. Penelitian dilakukan dengan dua siklus dengan 4 (empat) tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subyek penelitian guru kelas I, II, III, IV, V dan VI di SDN …………….. Teknik pengumpulan data melalui kegiatan observasi kelas dan penilaian kelengkapan administrasi masing-masing guru kelas. Teknik analisa data yang menjadi pedoman pengolahan data dengan menggunakan prosentase (%) pencapaian dengan konstanta 100. Dan untuk melihat interpertasi dengan menggunakan kriteria interpertasi skor untuk memperkuat penafsiran dalam kesimpulan sebagai berikut: 80% – 100% (Baik Sekali), 66% – 79% ( Baik), 56% – 65% (Cukup), dan 40% – 55% (Kurang). Download contoh judul pts terbaru doc

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan guru dalam menyusun administrasi kelas di SDN …………….meningkat pada setiap siklusnya berdasarkan penilaian terhadap kelengkapan administrasi kelas dari 41,97 pada kondisi awal menjadi 60,94 pada siklus pertam dan 85,65 pada siklus kedua. Kesimpulannya adalah pelaksanaan supervisi kelas terbukti dapat meningkatkan kemampuan guru di SDN …………….pada pengelolaan administrasi kelas. Baca lebih lanjut

DOWNLOAD CONTOH PENELITIAN TINDAKAN SEKOLAH PTS SUPERVISI SD DOC

DOWNLOAD CONTOH PENELITIAN TINDAKAN SEKOLAH PTS SUPERVISI SD DOC-Hasil pengamatan peneliti terhadap penggunaan alat peraga pembelajaran di SDN Cimanggu 01 menyimpulkan belum semua guru menggunaan alat peraga/media pembelajaran pada proses belajar mengajar. Guru beranggapan bahwa penggunaan alat peraga sangat merepotkan dan membutuhkan waktu yang cukup banyak. Mereka merasa kesulitan menggunaan alat peraga pembelajaran, hal ini mengakibatkan komunikasi serta interaksi antara guru dan peserta didik tidak berjalan secara maksimal. Upaya peningkatan kemampuan guru khususnya pada penggunaan alat peraga pembelajaran dapat dilakukan oleh kepala sekolah salah satunya adalah dengan melaksanakan kegiatan kunjungan kelas. Penelitian ini adalah penelitian tindakan sekolah dengan empat langkah pokok, yaitu : perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, pengamatan dan refleks. Subjek penelitian adalah guru kelas di SDN Cimanggu 01 yang terdiri dari 11 orang guru kelas I s.d guru kelas VI. Sedangkan yang menjadi objek penelitian adalah peningkatan kemampuan guru dalam kunjungan kelas. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan teknik observasi dan dokumentasi. Download contoh judul pts penelitian tindakan sekolah PTS SD Doc Validasi data dengan teknik triangulasi. Metode analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis data kualitatif.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan guru dalam perencanaan pembelajaran menggunakan alat peraga pembelajaran pada kondisi awal hanya mencapai angka rerata sebesar 57,58 dengan kriteria kurang dan siklus pertama meningkat menjadi 68,18 dalam kriteria cukup dan pada siklus terakhir menjadi 80,30 dalam kriteria sangat baik, dan secara individual per guru pada kondisi awal belum ada guru yang dinyatakan tuntas, meningkat menjadi 5 guru atau 45,45% dan pada siklus terakhir menjadi 11 orang guru atau 100%, dan kemampuan guru dalam pelaksanaan pembelajaran menggunakan alat peraga pembelajaran pada kondisi awal hanya mencapai angka rerata sebesar 59,22 dengan kriteria kurang dan siklus pertama meningkat menjadi 69,57 dalam kriteria cukup dan pada siklus terakhir menjadi 84,22 dalam kriteria sangat baik, dan secara individual per guru pada kondisi awal belum ada guru yang dinyatakan tuntas, meningkat menjadi 5 guru atau 45,45% dan pada siklus terakhir menjadi 11 orang guru atau 100%. Contoh judul PTS SD tentang supervisi kunjungan kelas lengkap doc Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan supervisi dengan teknik kunjungan kelas terbukti dapat meningkatkan kemampuan guru-guru di SD Negeri Cimanggu 01 Semester 2 Tahun Pelajaran 2015/2016 dalam penggunaan alat peraga pembelajaran.

Kata Kunci : kemampuan, alat peraga pembelajaran, kunjungan kelas

Baca lebih lanjut